PERSAHABATAN DAN CINTA
Aku, dena, nita, azizah kami berempat bersahabat kami satu sekolah serta satu kelas. Hampir setiap hari kami bersama, menjalani hari dengan suka duka serta canda dan tawa. Kami tak pernah mempunyai konflik yang serius hingga saat ini kami masih baik-baik saja. Kami sekarang duduk di kelas XI IPA 2 di salah satu sekolah di kota kami.
Pada hari ini kebetulan sekali kami sampai di sekolah secara bersamaan, "Wah kita bisa barengan gini ya nyampeknya, mungkin ini kali ya yang dinamakan sehati, hehehehe", kata nita bersemangat. "yaya bisa jadi", sahut dena sambil tertawa. Sambil masih terlihat kaget kamipun langsung memasuki sekolah menuju kelas kami.
Pada waktu bel istirahat berbunyi kami menuju kantin untuk membeli camilan namun hari ini dena tak ikut kami ke kantin. Waktu kami bertiga tanyak alasannya kenapa dia tak menjawab jadi kami tinggal dia sendirian di kelas. Sewaktu kami kembali ke kelas sehabis dari kantin kami terkejut karena di dalam kelas dena bersama dengan Zidan sedang mengobrol dengan serius entah apa yang mereka bicarakan. Tanpa rasa bersalah kami lalu membuka pintu kelas dengan sedikit keras sehingga membuat mereka sempat terkejut. Dengan sigap Zidan meninggalkan kelas tanpa menoleh ke arah kami.
Setelah Zidan pergi kami bertiga reflek mengintrogasi Dena, "Den Zidan ngapain tadi disini? dia ngapain kamu?", Tanya azizah menyelidik.
"dia gak ngapa-ngapain kok".
"trus dia ngapain ke kelas kita kalau gak ada apa-apa, hayoo jujur".
"yaudah ya aku jujur, semalem dia bilang mau bilang sesuatu sama aku mangkanya tadi aku gak ikut kalian ke kantin karena aku penasaran dia mau bilang apa dan ternyata dia nembak aku", jelas Dena pada kami. "apa dia nembak kamu Den, terus kamu jawab apa?".
"ya gitu deh nit".
"jangan-jangan kamu terima dia ya Den?", selidik azizah.
"hehehehe.. kamu peka banget sih zah"
"ciyee Dena punyak pacar, pj dong, hehehehe",ledek kami.
Kami pada waktu itu sangat senang sekali mengetahui Dena jadian dengan Zidan namun disitulah perpecahan kami bermula. Dena terlalu sibuk dengan Zidan sehingga dia tidak banyak waktu lagi bersama kami. Dia selalu mengedepankan urusannya dengan Zidan daripada mengobrol dengan kami seperti dulu. Akhirnya kami tak lagi menaruh harapan bahwa Dena akan kembali lagi menjadi sahabat kami yang dulu, namun kami tetap berharap dia akan sadar bahwa kami tetap sayang dan akan selalu mendo'akan yang terbaik untuknya.
Hingga pada suatu hari Dena mendatangi kami di rumah Nita sambil membawakan sop buah minuman kesukaan kami yang selalu kami beli pada waktu lagi berkumpul. "tukan firasat ku benar pasti kalian lagi ngumpul disini", suara Dena dengan tiba-tiba yang mengagetkan kami.
"Dena? kamu ngapain kesini?", tanya ku kaget.
"emang gak boleh lagi ya aku kesini?"
"boleh kok, cuman agak aneh aja, kan akhir-akhir ini kamu sudah jauh gitu sama kita bahkan mungkin sudah lupa sama kita semenjak kamu pacaran sama Zidan"
"maaf ya kalau sikap aku akhir-akhir ini bikin kalian kecewa sama aku, tapi aku gak bermaksut untuk ngelupain persahabatan kita, aku hanya belum bisa bagi waktu aja kemarin jadinya kesannya aku lebih perhatian ke Zidan".
"kamu putus sama Zidan ya Den?", selidik Nita
"ya jangan-jangan kamu putus sama Zidan ya mangkanya kamu sekarang tiba-tiba datang kesini pakek bawa sop buah pula, mau nyogok kita ceritanya", lanjut Azizah jutek.
"gak kok Zah, aku masih baik-baik aja sama Zidan, aku bisa datang kesini karena kemarin Zidan yang ngingetin aku bahwa aku gak boleh ngelupain kalian, bahkan dia rela kok gak diperhatiin sama aku asal aku gak jauh dari sahabat-sahabat aku, karena dulu Zidan pernah kehilangan sahabatnya karena cinta jadi dia tau banget gimana rasanya kehilangan sosok sahabat yang tulus sayang sama dia, mangkanya dia gak mau aku ngalamin hal yang sama seperti dia", jelas Dena panjang lebar.
"maaf ya Dean aku tadi su'udzon sama kamu"
"ya gak apa-apa kok Zah, aku maklum karena itu juga karena salah aku.
Kami pun berpelukan saling memaafkan satu sama lain. Hal itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami walaupun kami telah mempunyai seseorang yang lain yang kami sayang tapi kami tak boleh melupakan sahabat. Karena pasti kita akan membutuhkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar